Risiko Dan Komplikasi Dari Operasi Bariatrik 2018-07-23T07:24:41+00:00

Risiko Dan Komplikasi Dari Operasi Bariatrik

Seperti operasi yang lainnya, operasi penurunan berat badan memiliki beberapa risiko. Untungnya, kemajuan di bidang medis telah membuat prosedur ini menjadi seaman tindakan operasi rutin lainnya Untuk mendapatkan gambaran mengenai resiko kematian akibat operasi bariatrik, berikut ini adalah perbandingan operasi bariatrik dengan operasi jantung dan penyebab kematian yang umum di AS:

PenyebabMortality RateRentang waktu
Operasi Jantung1 dari setiap 40 (2,5%)

Dari semua operasi jantung
Kecelakaan mobil


I dari setiap 261 (0,3%)Sepanjang hidup seseorang
Operasi bariatrik
1 dari setiap 743 (0,135%)Dari semua operasi bariatrik
Jatuh dari tangga1 dari setiap 2255Sepanjang hidup seseorang
Kecelakaan pesawat terbang


1 dari setiap 6460Sepanjang hidup seseorang
Risiko komplikasi baik selama maupun setelah operasi berkisar dari yang ringan sampai berat. Sekitar 15% pasien bedah bariatrik (1 dari 7 pasien) menderita beberapa jenis komplikasi, dengan kejadian paling banyak adalah mual dan muntah.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko komplikasi adalah:

  • Semakin tinggi indeks massa tubuh (BMI), semakin besar kemungkinan menderita komplikasi dari operasi bariatrik.Oleh karena itu semakin banyak berat badan yang bisa dikurangi sebelum operasi, maka hasilnya akan semakin baik.
  • Masalah kesehatan (yang berkaitan dengan obesitas) sebelum operasi berkorelasi langsung dengan munculnya komplikasi dalam 180 hari pertama setelah operasi.
  • Sleep apnea dan gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi pra operasi yang memiliki risiko tertinggi dalam mengakibatkan komplikasi pada operasi bariatrik.
  • Diabetes, sleep apnea dan arthritis dapat meningkatkan resiko terjadinya sepsis.
  • Jika pasien memiliki bekuan darah vena dalam (bekuan darah pada kaki atau lengan), embolisme paru atau riwayat penggumpalan darah di masa lalu, maka pasien memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kejadian tersebut setelah operasi bariatric.
  • Tekanan darah tinggi sebelum operasi dapat meningkatkan risiko pembekuan darah setelah operasi.

Operasi yang dikerjakan oleh ahli bedah yang kurang berpengalaman meningkatkan risiko terjadinya komplikasi dan kematian.

Beberapa cara untuk meminimalkan risiko komplikasi:

    1. Pilih ahli bedah yang baik dan tanyakan semua pertanyaan yang tepat. Ini adalah hal yang paling penting.
    2. Ikuti nasihat dokter dan ahli gizi / ahli diet sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
    3. Didiklah diri sendiri tentang apa yang akan terjadi sebelum, selama dan setelah operasi. Memulai proses yang mengubah hidup ini dengan penuh kesadaran merupakan kunci sukses dari operasi bariatric. Literatur dan Tim bedah yang baik akan memberi pengetahuan pada pasien mengenai hal – hal yang perlu dipersiapkan.

Selain itu, bicaralah dengan beberapa pasien pilihan ahli bedah anda. Cari tahu masalah apa yang mereka alami dan bayangkan bagaimana kisah mereka bisa terjadi pada anda. Ahli bedah bariatric yang baik dengan senang hati akan mengarahkan anda ke beberapa pasien mereka.

  • Mendidik keluarga dan teman dekat tentang perubahan yang akan dialami. Pemahaman dan dukungan mereka mengenai kebiasaan baru dan alasan bahwa anda memutuskan untuk melakukan operasi akan membuat lebih mudah untuk tetap pada jalurnya.
  • Kurangi berat badan sebanyak mungkin sebelum operasi. Semakin rendah indeks massa tubuh,semakin rendah risikonya Namun, penurunan berat badan sebelum operasi merupakan tantanganyang berat bagi beberapa orang pasien, dan banyak ahli bedah bariatric tidak memerlukannya.
  • Konsumsi diet bariatrik yang sehat pada beberapa bulan sebelum operasi.
  • Periksakan diri untuk mengetahui adanya sindrom sleep apnea beberapa minggu sebelum operasi. Sleep apnea secara signifikan meningkatkan risiko bedah dan pascaoperasi. Selama itu didiagnosis sebelum operasi, bisa diobati terlebih dahulu untuk mengurangi risiko. Ini adalah masalah yang sangat besar mengingat (menurut penelitian dari UC Davis School of Medicine pada lebih dari 1.300 calon pasien) sebesar 25% calon pasien mengalami sleep apnea yang tidak terdiagnosa sebelum operasi.
  • Jika Anda melakukan operasi di luar wilayah tempat tinggal, rencanakan untuk tetap dekat dengan pusat operasi bariatrik dan ahli bedah paling sedikit 10 hari (sebaiknya 2 minggu) setelah operasi. Dua minggu setelah operasi adalah momen yang paling berisiko. Jika muncul komplikasi operasi bariatrik, Anda ingin dekat dengan dokter yang melakukan operasi untuk mendapatkan saran dan pengobatan.
  • Berolahraga sesegera mungkin setelah operasi. Lebih cepat bisa bangun dan bergerak setelah operasi, lebih baik. Namun, jangan berlebihan, jadi konsultasikan dengan dokter Anda dan baca bagian Latihan pada buku ini untuk mempelajari program yang sesuai.
  • Gunakan stocking kompresi, perangkat kompresi pneumatik (mesin khusus yang dengan lembut meremas kaki Anda untuk membantu menjaga agar darah tetap mengalir) dan pengencer darah sesudah operasi untuk mengurangi risiko bekuan darah. Dokter bedah Anda harus memiliki masing-masing alat ini setelah operasi dan harus meresepkannya sesuai kebutuhan.
  • Miliki dan gunakan sistem pendukung keluarga, teman, inperson yang baik dalam kelompok pendukung operasi penurunan berat badan dan dukungan penurunan berat badan online yang baik. Hampir tidak mungkin berhasil tanpa dukungan dari orang-orang yang dekat dengan Anda, dan kemungkinan untuk sukses dalam jangka panjang sangat meningkat jika Anda bisa berbicara dengan orang lain yang mengerti dan akan mendengarkan tanpa menghakimi.