Roux-en-Y Lambung Bypass 2018-03-27T06:35:41+00:00

Roux-en-Y Lambung Bypass

Operasi bypass lambung bersifat membatasi/restriktif dan malabsorptif, tapi aspek restriktif adalah alasan utama mengapa prosedur ini menjadi sangat efektif.

Untuk melakukan operasi bypass lambung, dokter bedah akan melakukan:

  1. memotong dan menjahit bagian lambung untuk membuat kantong kecil (seukuran bola golf dan mampu menahan sekitar satu ons makanan) pada bagian akhir kerongkongan.
  2. Meninggalkan bagian lambung lainnya menempel pada bagian atas usus kecil.
  3. Bagian usus kecil dipotong dan ditempel ke kantung lambung yang baru Hal ini akan menyebabkan makanan akan mengalami “bypass” dari sisa lambung dan dari bagian atas usus kecil.
  4. Bagian ujung usus kecil yang masih terhubung dengan bagian lambung yang “terpisah” disambuungkan ke bagian bawah dari “Roux limb.” Ini memungkinkan cairan/enzim pencernaan yang diproduksi oleh lambung untuk bertemu dengan makanan di dalam usus. Selain itu, ada 2 kateter (selang) yang digunakan untuk menjaga kedua bagian lambung Anda tetap bersih – Yang pertama dimasukkan melalui mulut dan masuk ke dalam kantong. Selang kedua adalah untuk bagian lambung yang lebih besar dan dimasukkan melalui lubang di dalam perut saat operasi dikerjakan.

Prosedur itu sendiri memakan waktu sekitar 4 jam. Sebagian besar pasien tinggal di rumah sakit selama 2 sampai 3 hari setelah operasi. Pasien yang telah menjalani operasi gastric bypass secara laparoskopi biasanya tidak kehilangan berat badan sebanyak setelah operasi duodenal switch, tapi 60 sampai 70% kelebihan berat badan hilang setelah gastric bypass secara substansial lebih baik (dan lebih konsisten) daripada yang diharapkan setelah dilakukan gastric banding.

Adanya sindrom dumping merupakan perbedaan yang signifikan dibandingkan prosedur lainnya (gejala biasanya muncul setelah makan sesuatu yang dilarang dan gejalanya bervariasi mulai dari mual, diare sampai pingsan). Meskipun gejalanya sangat tidak nyaman, banyak pasien merasakannya dan menganggap gejala tersebut membantu mereka dalam menjaga pola makan dan penurunan berat badan dalam jangka panjang tetap berjalan sesuai rencana.

Selain itu, komponen malabsorptif dari gastric bypass dapat menyebabkan masalah gizi buruk, jadi pemberian suplemen makanan perlu mendapat perhatian khusus. Namun, resiko malnutrisi jauh lebih rendah setelah gastric bypass dibandingkan setelah duodenal switch.