Switch Duodenal 2018-03-27T06:40:31+00:00

Switch Duodenal

Prosedur yang berlangsung selama 3,5 sampai 4 jam ini dapat diklasifikasikan sebagai kombinasi gastric bypass/gastec sleeve dengan twist. Ini adalah salah satu prosedur yang paling sulit dan rumit untuk dilakukan, tapi juga terkait dengan hasilnya baik. Meskipun terkadang operasi ini masih dikerjakan dengan operasi terbuka, namun kini telah rutin dilakukan secara laparoskopi.

Bayangkan sistem pencernaan Anda sebagai rangkaian pipa yang harus dilalui makanan dan cairan pencernaan. Sebelum operasi, makanan ditelan dan turun melalui tabung (kerongkongan) ke dalam lambung. Dari lambung Anda melewati sebuah ruangan kecil yang disebut duodenum, lalu melalui usus halus sepanjang 11 sampai 40 kaki. (panjang usus halus dapat bervariasi, ada yang panjangnya mencapai hampir 30 kaki!).

Di dalam usus halus, makanan bercampur dengan cairan pencernaan yang memecah makanan agar nutrisi mudah diserap oleh tubuh. Makanan dan cairan pencernaan kemudian masuk ke usus besar (colon) dan keluar dari tubuh.

Dengan duodenal switch ( disingkat “DS”):

  1. Sebagian besar lambung dihilangkan untuk membuat kantung yang berbentuk silinder menghubungkan kerongkongan ke bagian atas usus halus.
  2. Bagian atas usus halus dipotong, tapi ahli bedah membiarkan bagian duodenum (bagian atas dari usus halus dimana sebagian besar pencernaan secara kimia terjadi) tetap menempel pada lambung.
  3. Dokter bedah kemudian memotong usus halus beberapa kaki dari ujung (bagian dimana usus halus bertemu dengan usus besar). Bagian yang masih melekat pada usus besar dihubungkan ke duodenum.
  4. Ujung “bawah” dari usus halus yang terlepas lalu dilekatkan pada bagian bawah usus halus yang “masih melekat “, hal ini memungkinkan cairan pencernaan yang dihasilkan untuk bercampur dengan makanan yang berasal dari lambung kira-kira pada 15% hingga 20% bagian akhir usus halus. Karena lambung menyusut dan hanya sebagian kecil usus yang memiliki kesempatan untuk mencerna makanan sebelum makanan memasuki usus besar, maka prosedur ini bersifat restriktif dan malabsorpsi.

Prosedur DS efektif baik dari komponen restriktif maupun komponen malabsorptif. Menurut fakta, sebagian besar penurunan berat badan pada periode awal berasal dari restriksi dan pemeliharaan penurunan berat badan jangka panjang (meminimalkan kembalinya berat badan) adalah dari malabsorpsi.
Prosedur ini layak mendapat lebih banyak pujian dan perhatian. Secara keseluruhan prosedur ini menyebabkan penurunan berat badan lebih banyak dibanding prosedur lainnya. Dan meski memiliki risiko komplikasi tertinggi, risiko kematiannya sama dengan prosedur lainnya. Prosedur ini dapat juga menjadi prosedur terbaik untuk mereka dengan indeks massa tubuh 50 atau lebih (“superobese”) dalam hal rata-rata penurunan berat badan dan perbaikan masalah kesehatan akibat obesitas.
Namun, tingginya tingkat komplikasi dan besarnya malabsorpsi yang diakibatkannya, prosedur ini memerlukan pertimbangan yang matang oleh pasien dan ahli bedah sebelum mengerjakannya.